Dugaan Korupsi di Kementan Lukai Hati dan Rugikan Petani Indonesia, KPK Harus Usut Tuntas

Senin, 2 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret nama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo semakin santer hingga masyarakat di daerah. Hal itu memancing reaksi sejumlah petani untuk menyuarakan kekecewaannya dan meminta aparat untuk mengusut tuntas dugaan perkara tersebut. Setelah beredar video kekecewaan petani di Subang Jawa Barat terhadap Mentan, kini giliran sejumlah petani di Kabupten Lebak Banten.

Dengan membentangkan sepanduk bertuliskan “Tangkap Maling Duit Petani” sejumlah petani di Kabupten Lebak Banten mengutuk keras dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Menteri Pertanian.

“Kami petani di Kabupaten Lebak Banten mengutuk keras dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Mentan RI. Tindakan tersebut sangat melukai hati dan merugikan petani Indonesia. Terlebih saat ini konsinya sedang tidak baik-baik saja yaitu petani sedang dilanda kekeringan lahan akibat el-nino,” kata Udi yang merupakan salah satu petani di Lebak, Senin (2/10).

Untuk itu, lanjut Udi pihaknya mendukung Ketua KPK, Firli Bahuri mengusut tuntas dan membongkar agar pihak-pihak yang terlibat bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami ini dibawah kecewa dan lelah mendengar adanya dugaan korupsi, Menteri Pertanian harusnya bisa mensejahterakan para petani di Seluruh Indonesia. Bukan malah membuat sengsara,” ungkapnya.

Sebelumnya, Penyidik KPK dalam penggeledahan yang dilakukan di Rumah Dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menemukan 12 pucuk diduga senjata api (senpi) uang puluhan miliar rupiah di rumah dinas tersebut.

Terkait temuan senpi, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. “Apakah itu senjata api, kami sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah DKI Jakarta,” ujar Ali Fikri, Jumat (29/9/2023).

Masalah penemuan uang, menurut Ali Fikri jumlahnya hingga kini masih dalam proses penghitungan. Tetapi Ali Fikri menyebut uang yang ditemukan di rumah dinas Mentan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. “Sejauh ini puluhan miliar yang ditemukan dalam proses penggeledahan itu,” ujar Ali.

Berita Terkait

Gerakan Mahasiswa Cinta Keadilan dan Hukum Minta Hakim Praperadilan Cabut Status Tersangka Firli Bahuri
Proses Praperadilan Firli Bahuri, Ini Saran Pakar Hukum Margarito Kamis
Pandawa Nusantara Harap Hakim Imelda Herawati Dewi Prihatin yang Akan Memimpin Sidang Praperadilan Firli Bahuri Dapat Benar-benar Menjadi “Wali Tuhan di Dunia”
Komitmen Amankan Nataru, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Terbaik untuk Warga
Pandawa Nusantara Minta Polda Metro Jaya Taati Azas Praduga Tak Bersalah dalam Kasus Firli Bahuri
Divisi Humas Polri dan SMSI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pemilu Damai
Divisi Humas Polri dan PWI Bahas Kerja Sama Jelang Pemilu 2024
Wakapolri dan Kapolda Sumut Gelar Bakti Sosial Bagikan 5.000 Paket Sembako

Berita Terkait

Jumat, 15 Desember 2023 - 19:34 WIB

Gerakan Mahasiswa Cinta Keadilan dan Hukum Minta Hakim Praperadilan Cabut Status Tersangka Firli Bahuri

Selasa, 12 Desember 2023 - 22:54 WIB

Proses Praperadilan Firli Bahuri, Ini Saran Pakar Hukum Margarito Kamis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 17:16 WIB

Pandawa Nusantara Harap Hakim Imelda Herawati Dewi Prihatin yang Akan Memimpin Sidang Praperadilan Firli Bahuri Dapat Benar-benar Menjadi “Wali Tuhan di Dunia”

Kamis, 7 Desember 2023 - 16:14 WIB

Komitmen Amankan Nataru, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Terbaik untuk Warga

Jumat, 1 Desember 2023 - 10:41 WIB

Pandawa Nusantara Minta Polda Metro Jaya Taati Azas Praduga Tak Bersalah dalam Kasus Firli Bahuri

Rabu, 25 Oktober 2023 - 13:11 WIB

Divisi Humas Polri dan SMSI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pemilu Damai

Jumat, 6 Oktober 2023 - 19:06 WIB

Divisi Humas Polri dan PWI Bahas Kerja Sama Jelang Pemilu 2024

Senin, 2 Oktober 2023 - 19:26 WIB

Dugaan Korupsi di Kementan Lukai Hati dan Rugikan Petani Indonesia, KPK Harus Usut Tuntas

Berita Terbaru