Presiden Joko Widodo Terbitkan Keppres Panitia Nasional Keketuaan ASEAN 2023

Minggu, 2 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Panitia Nasional Keketuaan Indonesia pada the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).

Pembentukan panitia nasional bertujuan untuk mengoptimalkan persiapan dan penyelenggaraan Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

Dalam peraturan yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet ini, disebutkan bahwa panitia nasional memiliki tugas:

Pertama, merencanakan, menyiapkan, mengoordinasikan, dan menyelenggarakan rangkaian kegiatan, baik aspek substansi maupun teknis dan logistik, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan kewajiban Presiden RI sebagai Ketua ASEAN Tahun 2023.

Kedua, menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran persiapan dan pelaksanaan rangkaian kegiatan Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023.

Ketiga, melakukan persiapan dan penyelenggaraan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 dan KTT ke-43 ASEAN serta rangkaian pertemuan ASEAN lainnya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

Keempat, bekerja sama dengan negara-negara lain, organisasi internasional, regional, dan badan-badan lainnya untuk kelancaran penyelenggaraan kegiatan KTT dan rangkaian pertemuan ASEAN lainnya.

Kelima, melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan penyelenggaraan Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023.

“Penyelenggaraan rangkaian Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023, terdiri atas konferensi tingkat tinggi; pertemuan tingkat menteri dan gubernur bank sentral; pertemuan tingkat pejabat senior; pertemuan tingkat working group; program side events; dan rangkaian pertemuan dan kegiatan ASEAN lainnya,” disebutkan dalam Keppres.

Panitia nasional dipimpin oleh pengarah yaitu Presiden RI dan Wakil Presiden RI, yang bertugas memberikan arahan, saran, dan pertimbangan kepada panitia nasional dalam rangka Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun 2023.

Dalam melaksanakan tugasnya, pengarah dibantu oleh penanggung jawab bidang serta tim asistensi dan kemitraan. Terdapat delapan penanggung jawab bidang yaitu:
1. Penanggung Jawab Bidang Substansi Pilar Masyarakat Politik Keamanan ASEAN, yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)
2. Penanggung Jawab Bidang Substansi Pilar Masyarakat Ekonomi ASEAN, yaitu Menko Perekonomian
3. Penanggung Jawab Bidang Substansi Pilar Masyarakat Sosial Budaya ASEAN, yaitu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)
4. Penanggung Jawab Bidang Substansi Umum/Sekretariat Nasional ASEAN, yaitu Menteri Luar Negeri (Menlu) selaku Kepala Sekretariat Nasional ASEAN
5. Penanggung Jawab Bidang Komunikasi, Media, dan Hubungan Masyarakat, yaitu Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
6. Penanggung Jawab  Bidang  Pelaksana KTT dan Logistik, yaitu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)
7. Penanggung Jawab Bidang Side Events, yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
8. Penanggung Jawab Bidang Pengamanan, yaitu Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI)

Masing-masing penanggung jawab memiliki sejumlah anggota. Sekretaris Kabinet (SeBIab) dan Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet (DKK), Sekretariat Kabinet (Setkab) menjadi anggota dari Bidang Pelaksana KTT dan Logistik.

Adapun Tim Asistensi dan Kemitraan yaitu Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri BUMN II.

DitegaBIan dalam Keppres, panitia nasional dalam melaksanakan tugasnya bekerja sama dan/atau berkoordinasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, dan pihak lain yang terkait.

“Masa kerja panitia nasional terhitung sejak tanggal ditetapkannya keputusan presiden ini sampai dengan tanggal 31 Desember 2023,” ditegaBIan dalam Keppres 5/2023 yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada tanggal 31 Maret 2023.

Berita Terkait

Wapres KH Ma’ruf Amin Maknai Hijrah Kekinian, Bukan Kepindahan Fisik Tapi Pemikiran, Sikap, dan Tindakan
Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres KH Ma’ruf Amin Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global
Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres KH Ma’ruf Amin Tekankan Keamanan Jelang Pilkada
Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri
Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres KH Ma’ruf Amin Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Tingkatkan Kerjasama Pendidikan, Indonesia dan Al-Azhar Siapkan Generasi Penerus Islam Wasathiyyah
Tangkal Islamofobia, Wapres KH Ma’ruf Amin Bahas Islam Wasathiyyah dengan Grand Sheikh Al-Azhar
Kepada Peserta PPRA LXVI dan LXVII, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Strategi Hadapi Tantangan dalam Pembangunan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:20 WIB

Wapres KH Ma’ruf Amin Maknai Hijrah Kekinian, Bukan Kepindahan Fisik Tapi Pemikiran, Sikap, dan Tindakan

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:01 WIB

Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres KH Ma’ruf Amin Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:59 WIB

Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres KH Ma’ruf Amin Tekankan Keamanan Jelang Pilkada

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:45 WIB

Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:01 WIB

Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres KH Ma’ruf Amin Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:45 WIB

Tingkatkan Kerjasama Pendidikan, Indonesia dan Al-Azhar Siapkan Generasi Penerus Islam Wasathiyyah

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:21 WIB

Tangkal Islamofobia, Wapres KH Ma’ruf Amin Bahas Islam Wasathiyyah dengan Grand Sheikh Al-Azhar

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:55 WIB

Kepada Peserta PPRA LXVI dan LXVII, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Strategi Hadapi Tantangan dalam Pembangunan

Berita Terbaru