Pride Homeschooling Ciputat: Lingkungan Aman Penopang Prestasi Anak

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak sedikit orang tua hari ini pulang dengan perasaan cemas. Bukan karena nilai anaknya jelek, tetapi karena melihat perubahan yang tak mereka kenali: anak menjadi pendiam, mudah marah, kehilangan percaya diri, atau enggan bercerita tentang sekolahnya. Di tengah sistem pendidikan formal yang seragam dan penuh tekanan, muncul satu pertanyaan penting: apakah semua anak harus tumbuh dengan cara yang sama?

Pertanyaan inilah yang menjadi kegelisahan awal berdirinya Pride Homeschooling Ciputat, sebuah lembaga pendidikan yang memilih jalan berbeda—bukan dengan menambah tekanan, tetapi dengan menghadirkan ruang aman bagi anak untuk tumbuh sesuai fitrahnya.

Dalam wawancara khusus, Founder Pride Homeschooling Ciputat, Dr. Ahmad Ahidin, M.Pd.I, mengawali penjelasannya dengan sebuah kisah sederhana namun sarat makna.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada seseorang bertanya kepada seorang tukang kebun, ‘Pak, mengapa tanaman-tanaman di kebun ini bisa tumbuh subur dan terlihat begitu indah?’,” ujarnya, Rabu (14/1).

Tukang kebun tersebut menjawab, “Saya tidak membuat tanaman itu tumbuh. Saya hanya menyingkirkan hal-hal yang menghambat dan merusak pertumbuhannya. Selebihnya, biarlah ia tumbuh sesuai fitrahnya.”

Menurut Dr. Ahmad Ahidin, anak-anak kita pun seperti tanaman itu. Mereka sejatinya telah membawa benih kebaikan, kecerdasan, dan potensi yang unik. Namun sayangnya, tidak semua lingkungan sekolah memberi ruang aman bagi benih itu untuk bertumbuh.

“Di sekolah formal, anak sering harus beradaptasi dengan lingkungan yang tidak selalu ramah: bullying, perundungan verbal, tekanan pergaulan, hingga budaya saling membandingkan. Perlahan, itu mematikan keberanian dan rasa percaya diri anak,” tuturnya.

Ia menekankan satu hal penting: sering kali bukan anaknya yang bermasalah, tetapi lingkungannya yang menghambat pertumbuhan.

Berangkat dari kesadaran inilah Pride Homeschooling Ciputat hadir. Bukan untuk menjauhkan anak dari dunia, tetapi untuk melindungi fase tumbuh kembangnya yang paling rentan. Homeschooling di sini tidak dimaknai sebagai pendidikan eksklusif, melainkan pendidikan yang sadar akan kebutuhan emosional, psikologis, dan fitrah anak.

“Kami tidak mengistimewakan anak. Kami hanya menyingkirkan hal-hal yang merusak pertumbuhannya,” tegas Dr. Ahidin.

Di Pride Homeschooling Ciputat, suasana belajar dirancang agar anak merasa aman secara emosi, bebas dari stigma, dan dihargai sebagai individu. Anak tidak dipaksa mengejar target yang sama, tetapi didampingi menemukan ritme belajarnya sendiri. Akhlak, karakter, dan kesehatan mental menjadi pondasi sebelum prestasi akademik.

Pendekatan ini membuahkan hasil nyata. Sejumlah siswa Pride Homeschooling Ciputat tetap mampu berprestasi di bidang yang mereka minati mulai dari seni, olahraga, hingga dunia modeling tanpa harus tertinggal secara akademik. Bagi lembaga ini, bakat bukan gangguan belajar, melainkan amanah yang harus diarahkan.

“Kami percaya, ketika anak merasa aman, dihargai, dan didukung, prestasi akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkapnya. (red)

Berita Terkait

Tahun 2026, Disperkimta Tangsel Targetkan Perbaikan 329 Rumah Tidak Layak Huni
HUT ke-52 MP UIN Jakarta, Guru dan Pegawai Terima Apresiasi
Disperkimta Tangsel Apresiasi Peran Pers Kawal Program Kawasan Kumuh dan RUTLH
Musda IV Tetapkan Airin Rachmi Diany sebagai Ketua Golkar Tangsel Periode 2025–2030
Kemenag Apresiasi UIN Jakarta, Kampus BLU Diminta Perkuat Kemandirian Lewat Unit Bisnis
Genjot Transformasi Digital dan UMKM, Bapenda Tangsel Gelar Festival Tangsel Land 2025
Geliat UMKM & Ekraf Tangsel di Tangsel Art Festival 2025
Pemkot Tangsel Tuntaskan Penanganan Kawasan Kumuh di Kelurahan Serua

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:53 WIB

Pride Homeschooling Ciputat: Lingkungan Aman Penopang Prestasi Anak

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:01 WIB

Tahun 2026, Disperkimta Tangsel Targetkan Perbaikan 329 Rumah Tidak Layak Huni

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:50 WIB

HUT ke-52 MP UIN Jakarta, Guru dan Pegawai Terima Apresiasi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 15:23 WIB

Disperkimta Tangsel Apresiasi Peran Pers Kawal Program Kawasan Kumuh dan RUTLH

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:17 WIB

Musda IV Tetapkan Airin Rachmi Diany sebagai Ketua Golkar Tangsel Periode 2025–2030

Selasa, 9 Desember 2025 - 22:40 WIB

Kemenag Apresiasi UIN Jakarta, Kampus BLU Diminta Perkuat Kemandirian Lewat Unit Bisnis

Senin, 8 Desember 2025 - 14:24 WIB

Genjot Transformasi Digital dan UMKM, Bapenda Tangsel Gelar Festival Tangsel Land 2025

Senin, 24 November 2025 - 19:12 WIB

Geliat UMKM & Ekraf Tangsel di Tangsel Art Festival 2025

Berita Terbaru