Sejumlah Massa Gelar Aksi di KPK, Minta Dugaan Korupsi di Melawi Diusut

Kamis, 30 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah masa aksi yang mengatasnamakan Masyarakat Daerah Anti Rasuah (Amarah) menggelar aksi di halaman gedung merah putih KPK meminta KPK turun tangan mengusut dugaan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Melawi pada Kamis (30/5/2024).

 

Selain menggelar aksi, massa aksi juga melaporkan Bupati Melawi Bupati Dadi Sunarya Usfa Yursa ke KPK atas dugaan rasuah proyek pemerintahan daerah.

 

“Pemerintahan Kabupaten Melawi dibawah kepemimpinan Bupati Bupati Dadi Sunarya Usfa Yursa sangat kacau dalam pengelolaan keuangan daerah dari defisit anggaran hingga banyaknya dugaan kongkalingkong proyek pemerintahan yang tidak beres,” ujar Koordinator Aksi Abdullah.

 

Abdul mengatakan imbas dari ketidakberesan pengelolaan pemerintahan dan anggaran daerah bisa dilihat dari adanya defisit APBD Rp.81 miliar pada tahun 2022.

 

“Hingga saat ini Melawi tak kunjung mengalami banyak kemajuan pasca otonom dari Kabupaten Sintang,” katanya.

 

“Pemerintah Kabupaten Melawi juga menjadi sorotan terkait utang 97 Miliar yang berimbas pada jalannya roda pemerintahan daerah. Selain itu, berbagai persoalan lain bermunculan diantaranya banyak berbagai laporan terkait dengan dugaan adanya proyek fiktif yang merugikan negara yang kami laporkan hari ini,” tuturnya.

 

Abdullah berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti laporan dan bukti-bukti yang telah diberikan pihaknya yang telah diterima langsung oleh bagian pengaduan masyarakat (dumas).

 

“KPK harus segera turun gunung menyelidiki berbagai dugaan korupsi dan penyelewengan tata pemerintahan di Kabupaten Melawi. Tangkap dan Adili siapapun yang melakukan korupsi,” tegasnya.

 

“Kami juga mengingatkan kepada seliruh pemerintahan daerah agar menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik dan benar-benar fokus memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat, bukan malah memperkaya diri sendiri dan golonganya,” pungkas Abdullah.

Berita Terkait

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Publik, Personel Humas Polri Dilatih Jadi Presenter
Cegah Peretasan, Polri Gandeng BSSN di Tes Akademik Seleksi Akpol
NCS Polri Rangkul FKUB Aceh Rawat Kerukunan Jelang Pilkada Serentak 2024
Ribuan Peserta Ikuti Lomba Menembak Kapolri Cup
Polisi Amankan 7 Orang Sindikat Judi Online di Apartemen Jakbar yang Retas Situs Pemerintahan dan Akademik
Hendak Tawuran, Sejumlah Pemuda Diamankan Tim Patroli Perintis Presisi
Wadankorbrimob Polri Hadiri Perayaan Pesta Nama Gereja Santo Thomas
Polri Sebut Produksi Tembakau Sintetis di Malang untuk di Pasarkan di Pulau Jawa
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 11:32 WIB

Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Publik, Personel Humas Polri Dilatih Jadi Presenter

Minggu, 14 Juli 2024 - 13:37 WIB

Cegah Peretasan, Polri Gandeng BSSN di Tes Akademik Seleksi Akpol

Kamis, 11 Juli 2024 - 19:33 WIB

NCS Polri Rangkul FKUB Aceh Rawat Kerukunan Jelang Pilkada Serentak 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:33 WIB

Ribuan Peserta Ikuti Lomba Menembak Kapolri Cup

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:03 WIB

Polisi Amankan 7 Orang Sindikat Judi Online di Apartemen Jakbar yang Retas Situs Pemerintahan dan Akademik

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:13 WIB

Hendak Tawuran, Sejumlah Pemuda Diamankan Tim Patroli Perintis Presisi

Minggu, 7 Juli 2024 - 16:59 WIB

Wadankorbrimob Polri Hadiri Perayaan Pesta Nama Gereja Santo Thomas

Jumat, 5 Juli 2024 - 16:38 WIB

Polri Sebut Produksi Tembakau Sintetis di Malang untuk di Pasarkan di Pulau Jawa

Berita Terbaru