Turunkan Angka Stunting, Jokowi Tekankan Pentingnya Konsolidasi Seluruh Pihak

Rabu, 12 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau langsung kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada Selasa (11/6) hari ini. Gerakan yang dilakukan serentak pada Juni ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.

Ada dua lokasi yang dikunjungi, yaitu Posyandu Wijaya Kusuma di Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat, dan Posyandu Integrasi RW 02 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam kunjungannya, Kepala Negara menekankan pentingnya konsolidasi dan kerja sama seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting.

“Stunting ini kan tidak hanya urusan makanan, tambahan urusan gizi, juga menyangkut sanitasi, lingkungan dari kampung, lingkungan dari RT juga berpengaruh terhadap masalah air yang ada juga sangat berpengaruh sekali terhadap stunting. Ini memang kerja bareng-bareng, kerja bersama, kerja terintegrasi, kerja terkonsolidasi sehingga hasilnya akan kelihatan,” kata Presiden Jokowi.

Presiden optimistis target pemerintah dalam penanganan stunting akan tercapai. Pemerintah telah mencanangkan prevalensi stunting turun hingga 14 persen sebagai target nasional pada 2024.

“Kita ingat di 2014 kita masih di angka 37 (persen). Kemudian selama 9 tahun turun menjadi 21 (persen). Memang kemarin turunnya hanya kecil 0,1 (persen), tapi apapun kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu, harus kita hargai,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi beserta rombongan meninjau kegiatan yang sedang dilakukan di posyandu, meliputi pendaftaran, penimbangan dan pengukuran berat badan dan tinggi badan, pencatatan, dan penyuluhan kesehatan.

Menurut Ketua Pokja 4 PKK Kota Bogor Meira Sophia, kegiatan ini melibatkan proses yang terpadu mulai dari pendaftaran hingga penyuluhan dengan tujuan mengoptimalkan pencegahan stunting. “Alhamdulillah masyarakat sangat antusias, bahkan sebetulnya ingin berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk bertemu dengan Bapak Presiden,” kata dia menyampaikan antusiasme warga mengikuti program di posyandu.

Kegiatan di Posyandu Wijaya Kusuma menyasar sedikitnya 105 bayi dan balita, calon pengantin, dan sejumlah ibu hamil. Meira berharap dengan adanya gerakan serentak ini, angka prevalensi stunting di Tanah Air bisa diturunkan secara signifikan.

Warga setempat, termasuk Zulaeha yang rutin mengantar cucunya ke posyandu, merasa senang dan termotivasi dengan kehadiran Presiden. “Senang sekali, gerakannya (pencegahan stunting) bagus, teratur, dan rapi,” kata Zulaeha.

Givani, ibu dari anak berusia 4 bulan, juga menyampaikan bahwa kegiatan pencegahan stunting di posyandu sangat membantu, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Dengan Gerakan Serentak Pencegahan Stunting ini, pemerintah berharap akan terjadi angka prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan, dengan mencapai target hingga 14 persen pada 2024. Gerakan ini diharapkan juga membantu menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat dan cerdas untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Berita Terkait

Wapres KH Ma’ruf Amin Maknai Hijrah Kekinian, Bukan Kepindahan Fisik Tapi Pemikiran, Sikap, dan Tindakan
Pesepeda Apresiasi Kapolri dan Kakorlantas Gelar Balap Sepeda Zebra Bhayangkara 2024: Ingin Event Ada Setiap Tahun
Sosok Polisi Tapal Batas dan Pedalaman “Hoegeng Awards 2024”, Bripka Septinus Arui Raih Penghargaan
Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres KH Ma’ruf Amin Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global
Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres KH Ma’ruf Amin Tekankan Keamanan Jelang Pilkada
Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri
Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres KH Ma’ruf Amin Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Polri Pakai Alat Analisis Komposisi Tubuh-Tes MMPI di Seleksi Akhir Akpol

Berita Terkait

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:20 WIB

Wapres KH Ma’ruf Amin Maknai Hijrah Kekinian, Bukan Kepindahan Fisik Tapi Pemikiran, Sikap, dan Tindakan

Sabtu, 13 Juli 2024 - 09:17 WIB

Sosok Polisi Tapal Batas dan Pedalaman “Hoegeng Awards 2024”, Bripka Septinus Arui Raih Penghargaan

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:01 WIB

Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres KH Ma’ruf Amin Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:59 WIB

Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres KH Ma’ruf Amin Tekankan Keamanan Jelang Pilkada

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:45 WIB

Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres KH Ma’ruf Amin Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:01 WIB

Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres KH Ma’ruf Amin Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:02 WIB

Polri Pakai Alat Analisis Komposisi Tubuh-Tes MMPI di Seleksi Akhir Akpol

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:45 WIB

Tingkatkan Kerjasama Pendidikan, Indonesia dan Al-Azhar Siapkan Generasi Penerus Islam Wasathiyyah

Berita Terbaru